Ini Kesimpulan Polisi Terkait Penyebab Kecelakaan Maut Pick Up Masuk Jurang di Panjalu

  • Share
Ini Kesimpulan Polisi Terkait Penyebab Kecelakaan Maut Pick Up Masuk Jurang di Panjalu

CIAMIS, JURNALJABAR.CO.ID –  Hasil kesimpulan sementara kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Sukamantri-Panjalu Dusun Cimara Desa Cibeureum pada Senin kemarin ada beberapa faktor penyebab terjadi kecelakaan. Kesimpulan itu didapat setelah dilakukan pemeriksaan dan dilakukan diskusi secara bersama-sama melalui kegiatan FGD.

“Kesimpulan awal karena salah satu faktor adalah muatan yang berlebih, sehingga itu juga menjadi penyebab pengereman tidak bisa dilakukan secara optimal. Itu juga dikaitkan atau disebabkan dengan kontur jalan yang menurun,” kata Kapolres Ciamis AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro didampingi Kasi Humas Polres Ciamis Iptu Magdalena NEB, Jumat 12 Agustus 2022.

Tony menegaskan, rem yang tidak dilakukan secara optimal atau pengereman yang tidak optimal itu disebabkan karena kontur jalan yang menurun dan juga kelebihan muatan.

BACA JUGA :    4 SMK Di Banjar Hendak Study Tour , Wali Kota Tegas Enggan Berikan Izin

“Pada dasarnya kesimpulan pengereman tidak bisa dilakukan secara optimal,” katanya.

Sementara terkait penetapan atau mungkin adanya tersangka, kata Tony, sampai dengan saat ini masih melengkapi alat bukti. Keterangan para saksi, sebagaimana mungkin diketahui bahwa rata-rata saksi yang berada dalam mobil semua masih dalam perawatan.

Dia menambahkan, tim asistensi juga melakukan pemasangan rambu warning di sekita lokasi kejadian. Ini dilakukan untuk memberikan tingkat kewaspadaan kepada pengguna jalan lainnya agar tidak terjadi lagi kecelakaan serupa.

BACA JUGA :   Jembatan Sintok Pangandaran Terbentang di HUT RI ke-77

“Pemasangan rambu merujuk pada kontur jalan dan minimnya warning disekitar TKP. Kami bersinergi dengan instansi terkait, lima pilar untuk memberikan suatu warning atau rambu-rambu supaya bisa diantisipasi oleh para pengemudi lainnya. Mudah mudahan dijalan jalan tertentu dan minimnya penerangan, jalan menurun dan lebar jalan yang sempit mudah-mudahan tidak terjadi kecelakaan,” bebernya.

Tony berpesan kepada pengguna jalan agar tidak menggunakan mobil terbuka untuk orang. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi tentang larangan penggunaan mobil bak terbuka untuk orang.

BACA JUGA :   Touring Wahana Aksi Nyata Belanja Masalah, Melalui Inovasi Teknologi Terapan Menjadi Alternatif Solusi Dan Pemecahan Masalah

“Kami juga bekerjasama dengan pemda untuk mensosialisasi menghimbau para masyarakat apabila berpindah tempat jangan menggunakan kendaraan bak terbuka. Gunakanlah moda transportasi umum yang ada. Nanti akan kami tindak (kalau ada yang menggunakan bak terbuka untuk orang),” pungkasnya. (dry)

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.