Lima Hari Pencarian Korban Tenggelam di Pangandaran Masih Nihil

  • Bagikan
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung Supriono (Foto: Kiki Masduki/JJ)

PANGANDARAN, JURNALJABAR.CO.ID – Lima hari pencarian terhadap korban atas nama Abdul (38) yang tenggelam di hulu sungai Grand Canyon blok Pasir Sereh, Dusun Patrol, Desa Sukajaya, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat  masih nihil, Sabtu 10 September 2022.

Diketahui, Abdul ini merupakan seorang pemandu warga Dusun Cikijing RT 29 RW 06, Desa Sindangsari, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran.

Abdul dinyatakan hilang ketika memandu satu rombongan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya pada hari Selasa 6 September 2022 lalu sekitar pukul 16:00 WIB.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung Supriono mengatakan, perkembangan pelaksanaan operasi SAR terhadap satu orang tenggelam di hulu sungai Grand Canyon blok Pasir Sereh sampai saat ini pukul 13.03 WIB masih nihil.

BACA JUGA :   Akibat Tanah Longsor, Dua Kendaraan di Pangandaran Terperosok ke Sungai

“Tentunya sesuai rencana operasi ini, kami laksanakan penyelaman di tempat kejadian tenggelamnya korban,” kata Supriono saat diwawancarai jurnaljabar.co.id, Sabtu 10 September 2022.

Sedangkan operasi saat ini belum ada tanda-tanda korban untuk ditemukan. Namun unsur SAR tetap berusaha melakukan pencarian terhadap korban tersebut dengan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) 7 hari.

“Kami dari hari pertama sampai hari ini Sabtu 10 September 2022 melakukan pembagian daerah pencarian ke 3 Sektor pencarian,” tambah Supriono.

Supriono menambahkan, yang pertama sektor pencarian di tempat kejadian tenggelamnya, lalu yang kedua melakukan body rafting dari titik tenggelam sampai ke Grand Canyon, selanjutnya tim yang ketiga dari Grand Canyon melakukan pengarungan dengan body rafting dan perahu jukung sampai ke muara Cijulang.

BACA JUGA :   Jelang Ramadhan, Kapolres Pangandaran Lakukan Sidak Ketersediaan Minyak Goreng

“Melakukan pencarian dengan berbagai cara apapun sampai saat ini masih nihil. Karena ada Kendala mulai dari debit air terus kualitas air keruh sehingga menjadi kendala saat penyelaman,” papar Supriono.

Sementara, kata Supriono sesuai SOP pelaksanaan operasi SAR 7 hari. Setelah itu pihaknya akan melakukan briefing internal kepada para pimpinan-pimpinan dan organisasi yang ada di sini untuk membahas teknis pelaksanaan operasi SAR.

“Untuk unsur SAR yang terlibat tentunya kantor SAR Bandung sebanyak 7 personel, Unit Siaga Pangandaran 5 personel, Satpolairud Polres Pangandaran, Polsek Cimerak, Koramil Cijulang, Damkar Kabupaten Pangandaran, Balawista, Puskesmas, Tagana, Wanadri, SAR MTA, Sigap Persis, Pokdarwis, Pemuda Pancasila,” pungkasnya. (Kiki Masduki)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.