Pasir Sereh 3 Tahun Terbengkalai, Mahasiswa KKN UMTAS Sulap Jadi Destinasi Wisata yang Menarik

  • Bagikan

PANGANDARAN, JURNALJABAR.CO.ID – Menyulap sebuah lokasi yang tak terurus jadi lokasi wisata bukanlah sebuah hal mudah. Banyak yang perlu dipertimbangkan dan usaha keras untuk mendapatkan hasil maksimal.

Semua itu berawal dari diskusi yang kemudian berubah menjadi motivasi. Sekelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Muhamadiyah Tasikmalaya kelompok 11 yakin bisa mengubah tempat itu menjadi lebih berharga.

Mahasiswa KKN dari Universitas Muhamadiyah Tasikmalaya kelompok 11 yang bertempat di Desa Sukajaya, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran beranggotakan 14 mahasiswa.

Mahasiswa KKN UMTAS yang ikut membangun wisata tersebut adalah M Adit Pramudya (Teknik Pertambangan), Yossy Apriansyah (T.Lingkungan), Rivan Aprlian (Bimbingan Konseling).

BACA JUGA :   Petaling Jaya Malaysia Jadikan Bandung Command Center Inspirasi Smart City

Selanjutnya Bobi Nurul awalin (S1 keperawatan), Ari Wildan (S1 keperawatan), Dida Siti Fadilah (PGSD), Nurlisyfa Fauziyah (PGSD), Wulansari (S1 keperawatan), Fitri (PGPAUD), Livia vebrianti (Bimbingan Konseling), Selvi S N (Bimbingan Konseling), Dinda Nurmaesa (S1 Seni Drama Tari Musik), Siti Nur Athipah (S1 keperawatan), Hilma P M (S1 keperawatan).

Ketua Kelompok KKN 11 UMTAS, M Adit Pramudya mengatakan, lokasi yang terbengkalai itu memang sudah memiliki pemandangan indah. Sungai Pasir Sereh dengan latar belakang bukit terlihat sangat cantik, sayangnya tempat ini saat itu belum disosialisasikan sebagai tempat wisata.

“Di pekan pertama kami melaksanakan observasi, analisa kelompok 11 KKN Desa
Sukajaya UMTAS memandang ada mutiara indah terpendam yang belum terekspos ke
dunia luar, tepatnya di Pasir Sereh Dusun Patrol Desa Sukajaya,” kata Adit saat diwawancarai melalui WhatsApp, Senin 5 September 2022.

BACA JUGA :   Beredar Video Sebuah Mobil di Pangandaran Nyaris Terseret Banjir Bandang

Dirinya menemukan potensi objek wisata alam diantaranya Bodyrafting disepanjang Sungai Pasir Sereh, tempat camping dialam bebas.

“Selain itu ada situs beberapa goa, yakni Goa Bagong, Goa Kolor dan Goa Walet. Gebrakan program KKN 11 UMTAS difokuskan pada program Desa Wisata-wisata
Desa,” tambah Adit.

Kesehariannya, ia habiskan di Pasir Sereh menata mengelola dan membangun
dimana diakhiri dengan kegiatan peresmian wisata alam dan hiburan bersama
masyarakat sekitar.

Besar harapan dengan dibukanya wisata, semoga menjadi pendongkrak ekonomi kreatif bagi masyarat sekitar khususnya dusun patrol Desa Sukajaya.

BACA JUGA :   Touring Wahana Aksi Nyata Belanja Masalah, Melalui Inovasi Teknologi Terapan Menjadi Alternatif Solusi Dan Pemecahan Masalah

“Terhitung hampir sebulan masa KKN, Kami sudah melakukan penataan, renovasi
tempat wisata Pasir Sereh dengan membuat beberapa spot foto diantaranya jaring laba-
laba, saung cinta ayunan, serta beberapa tempat duduk dengan pemandangan alam yang indah yang cocok buat kaum milenial,” jelasnya.

Suksesnya program desa wisata binaan KKN 11 UMTAS tak terlepas dari keterlibatan masyarakat, Karangtaruna, Tokoh Pemertintah Desa, Dosen Pembimbing KKN 11 UMTAS yang senantiasa memberikan dukungan moral maupun material. (Kiki Masduki)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.